rasanya sebel campur sedih liat iklan pajak.

“kalau mau lihat anak-anak miskin bisa sekolah, bayar pajak”. Hm. kok bisa semudah itu, langsung ke arah dampak?

Padahal, kita nggak pernah tahu kemana dana pajak Indonesia digunakan. We cannot follow our money. Ditambah lagi kasus Gayus Tambunan dan berita di Kompas hari ini soal in-effisiensi gaji orang pajak yang dinaikkan.

Banyak ahli komunikasi yang mengatakan, buktikan dulu baru kita bisa iklas mengikuti.

Buktikan dulu bahwa pajak digunakan maksimal untuk kepentingan rakyat, baru kita akan lebih iklas bayar pajak.

By the way, saya pembayar pajak setia looooh …