Terpenjara di Udara

Kenapa kita harus menonton acara televisi yang seragam di semua channel televisi? Kenapa kita harus melihat wajah-wajah politisi sekaligus pemilik televisi seringkali di rumah kita via televisi? Itu persis karena frekuensi publik, frekuensi MILIK kita! dirampas oleh entitas bisnis dan didiamkan oleh regulasi yang mandul.

Film dokumenter 13 menit ini menggambarkan dengan baik bahwa kita, Bangsa Indonesia sudah terpenjara di ruang kita sendiri.

Film ini adalah hasil kolaborasi dari banyak organisasi yang sama-sama geram atas fakta yang terjadi di negara ini. Ada Hivos, CIPG dan Universitas Manchester yang melakukan riset. Lalu ada ICT Watch yang tertarik untuk membuat film atas hasil riset ini, terutama pada fenomena frekuensi yang dirampas oleh kepentingan politik dan tentu saja, Watch Doc yang secara profesional membantu. Tidak lupa, ada teman-teman Jaringan Radio Komunitas Indonesia yang memberikan data.

Saatnya kita bersatu. Karena sungguh, frekuensi itu milik publik, bukan punya nya Win-HT dan Bakrie!

  • December 25, 2013